Lihat Semua

Menjemput Dana Desa Untuk Pertanian

Menjemput Dana Desa Untuk Pertanian

Desa Saenam Kecamatan Eban Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), adalah sebuah desa yang terletak lereng Gunung Mutis. Desa Saenam adalah salah satu desa yang telah menerapkan teknologi Pertanian Konservasi (PK) sejak FAO memperkenalkan program PK di Kabupaten TTU pada bulan Februari 2014. Banyak pelajaran yang menarik dan manfaat telah dirasakan oleh masyarakat dari penerapan teknologi PK. Di bawah ini adalah pengakuan dari Kepala Desa Saenam - Bapak John Fobia.

“Sebagai kepala desa, saya merasa bahagia dan bangga karena sejak FAO dan YMTM mengenalkan PK di Desa Saenam, banyak manfaat telah dirasakan oleh masyarakat. Menurut pendapat saya, program ini sangat baik dan dapat beradaptasi dengan perubahan iklim yang sedang kami hadapi selama beberapa tahun terakhir. Pada musim tanam 2010/2011, kami mengalami gagal panen karena curah hujan yang berlebihan dan pada musim tanam 2012/2013, kami mengalami gagal panen karena kekeringan yang panjang. Dengan menggunakan teknologi PK, petani dapat menanam jagung dua kali setahun sejak 2014 hingga sekarang”, beliau menjelaskan.

Beliau mengakui bahwa melalui penerapan teknologi pertanian konservasi, produksi tanaman juga meningkat dari tahun ke tahun. Didorong oleh perubahan nyata yang dibawa oleh PK, setelah terpilih sebagai Kepala Desa pada tahun 2015, beliau meminta semua komunitas petani di Desa Saenam untuk terlibat dalam Sekolah Lapangan Pertanian Konservasi yang diorganisir dalam 5 Kelompok Tani, yaitu Tunas Muda, Biname, Bersaudara, Karya Abadi dan Leolkase untuk musim tanam pertama dan kedua pada 2016/2017 yang mendorong para petani untuk mengadopsi teknologi PK di lahan mereka masing-masing.

Kemudian, melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) 2015 – 2021 dan Rencana Pembangunan Tahunan Desa (RKP-Des) 2017 dan 2018, Pemerintah Desa Saenam telah mengalokasikan anggaran dari Dana Desa untuk pengadaan 386 kg benih jagung komposit varietas Lamuru, pelatihan dan produksi 5 ton pupuk organik (1 ton per kelompok), pelatihan penyegaran prinsip PK, serta dana operasional untuk pemantauan dan pembinaan kepada petani yang telah mengadopsi PK. Pemerintah Desa juga telah mengeluarkan Peraturan Desa untuk mendukung pengembangan PK dalam hal pengendalian ternak lepas, dan mewajibkan masyarakat untuk menerapkan lubang tanam permanen dengan menambahkan pupuk kompos kedalamnya setidaknya 0,1 hektar per keluarga. Kepala desa mengatakan mengenai kebijakan ini, “Kami mengeluarkan peraturan tersebut karena kami menyadari bahwa PK sangat bermanfaat bagi para petani di desa kami dan jika dalam waktu singkat FAO dan YMTM tidak akan mendukung kami lagi, dan kami akan terus mengadopsi PK sebagai landasan pengembangan pertanian di desa kami.”

Kepala Desa mengatakan bahwa beliau berhutang perubahan positif dan terima kasih kepada FAO dan YMTM. Sebagai kata penutup, beliau menjelaskan, “Sebagai kepala desa, atas nama masyarakat saya mengucapkan terima kasih yang tulus kepada FAO dan YMTM karena mendukung dan membantu kami. Kami tidak akan pernah melupakan kebaikan kalian. Pengetahuan dan keterampilan yang kami peroleh akan berguna untuk masa depan anak-anak dan cucu-cucu kami”.

Nama : John Fobia
Desa : Saenam
Provinsi : East Nusa Tenggara