Lihat Semua

Secercah Harapan di Balik Batu Karang

Secercah Harapan di Balik Batu Karang

Kelompok Tani Setetes Madu di Camplong II Kabupaten Kupang memiliki lahan garapan berbatu karang. Kelompok tani ini telah menerapkan pertanian konservasi (PK) dengan bimbingan teknis Balai Pengkajian teknologi Pertanian (BPTP) NTT yang merupakan mitra FAO.

“Kami telah dilatih dan mempraktekan pertanian konservasi (PK) dengan membuat lubang tanam yang kami rasakan sangat berat dibandingkan dengan cara kami menanam jagung tugal langsung. Pada setiap lubang tanam dengan ukuran panjang, lebar, dalam 40 cm, diberikan 5 kg pupuk organic. Mulsa sisa tanam digunakan sebagai penutup permukaan tanah. Benih jagung ditanam di setiap sudut lubang tanam masing masing satu butir dan di antara barisan lubang tanam kami tanaman dengan kacang. Kami melakukan praktek PK sangat telat di penghujung musim sehingga sekitar tanaman kami tidak dapat hujan selama 4 minggu. Tetapi suhgguh sangat menakjubkan tanaman jagung pada petak PK tumbuh dengan subur sedangkan pada petak kebiasaan kami nyaris tidak ada yang bertahan hidup”.

Setelah panen jagung, anggota kelompok lebih terpana lagi karena hasil jagung pada petak PK stara 2,1 ton/ha sedangkan cara tradisional mereka hamper tidak panen hanya setar 0,1 ton/ha.

“Kami rasakan sulitnya membuat lubang tanam tetapi ini merupakan cara yang paling tepat untuk membuat lahan kami lebih produktif walau dengan curah hujan terbatas. Kami bertekad untuk membuat lubang tanam sejalan dengan cara pertanian konservasi pada lahan kami masing-masing walau secara bertahap”

Nama : Setetes Madu
Desa : Camplong II
Provinsi : East Nusa Tenggara