Lihat Semua

Menjaga Ketersediaan Pangan di Atas Batu Karang

Menjaga Ketersediaan Pangan di Atas Batu Karang

Thomas Melki Lake, Ketua Poktan Tunas Muda di Desa Camplong II, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, adalah seorang pelaku. Hanya dengan mendengar ceritera Pertanian Konservasi dari Poktan Setetes Madu dan melihat demplot-nya, pria setengah baya berambut ikal yang murah senyum ini mengumpulkan anggota-anggota Poktan-nya dan bermufakat untuk menerapkan metode Pertanian Konservasi pada demplot seluas 10 x 20 meter persegi di kebun kelompok di Desa Camplong II. Tidak main-main, dalam fase persiapan lahan, mereka bahkan menggali 192 lubang permanen seukuran 40 x 40 cm pada malam hari dan mengisinya dengan 8 kilo gram kompos per lubang. Olah lubang menjadi teknik yang tepat untuk kondisi tanah di Desa Camplong II yang didominasi oleh batu karang dan dengan kontur yang tidak rata. Aplikasi kompos bertujuan untuk memperbaiki struktur tanah secara alamiah dari segi fisilogis, kimiawi dan fisik.

Pada tanggal 9 Februari 2017, lubang-lubang tanam permanen yang telah dipersiapkan oleh ke-16 anggota Poktan Tunas Muda ini ditanami dengan bibit jagung lamuru. Di sela-sela antar lubang ditanami mucuna (jenis cavel cade dan clitoria ternattae) sebagai tanaman legum penutup tanah. Para anggota kelompok kemudian mengumpulkan jerami dan menutup permukaan tanah di demplot PK yang telah ditanami tadi. Penutupan tanah dengan jerami atau sisa tanaman lain bertujuan untuk menghambat penguapan, mempertahankan kelembaban tanah dan menghambat pertumbuhan gulma. Alhasil, walaupun tidak turun hujan selama satu bulan setelah penaman jagung dan mucuna, baik jagung maupun mucuna tetap dapat tumbuh dengan subur.

Dengan Pertanian Konservasi, tongkol jagungnya besar-besar, tanaman tahan panas dan kami tidak perlu tofa rumput

Bagi Bapak Melki dan para anggota Poktan Tunas Muda, metode PK telah menunjukkan bukti yang kuat bagi mereka untuk memperluas demplot mereka dan kemudian mengadopsi metode ini pada lahan mereka masingmasing. “Tongkol jangungnya besar-besar, tanaman tahan panas dan kami tidak perlu tofa rumput”, demikian urai Bapak Melki tentang kelebihan-kelebihan PK. Kedepan, pendekatan yang lebih integratif hendak diterapkan di Poktan Tunas Muda yang berdiri pada tahun 2015 dengan program awal penanaman rumput raja untuk penggemukan sapi. “Anggota-anggota kelompok dapat memanfaatkan kotoran sapi untuk buat kompos.”

Kegiatan Poktan Tunas Muda ini didukung dan didampingi oleh BPTP Propinsi NTT. Pada saat ini, BPTP Propinsi NTT mendampingi poktan-poktan di desa Camplong II yang mengimplementasikan PK. Selain Poktan Tunas Muda, BPTP NTT juga mendampingi Poktan Setetes Madu dan Poktan Sabu Bani.

Nama : Melkior Lake
Desa : Camplong II
Provinsi : East Nusa Tenggara