Lihat Semua

Panen Jagung 2 Kali Setahun di Tengah El Nino

Panen Jagung 2 Kali Setahun di Tengah El Nino

 

Bapak Tadeus Tas’au, ketua kelompok Harapan Baru, Desa Lapeom, TTU merupakan salah satu petani adopter praktek Pertanian Konservasi pada MT I tahun 2014/2015 dan MT II 2015.

Bapak Tadeus menuturkan dengan bersemangat, “Bila dibandingkan dengan kebiasaan selama ini, dengan luasan yang sama produksinya hanya berkisar 90-100 kg atau 2 ton/ ha. Pada MT II bulan Mei 2015, saya rehab lagi 970 lubang permanent yang sudah ada dan perbanyak lagi 1.955 lubang pada lahan seluas 20 are dengan ukuran yang sama sehingga total lubang permanent pada MT II 2015 sebanyak 2.925 lubang”.

Walaupun curah hujan sangat sedikit, namun dengan teknologi lubang permanent dan pemulsaan alang-alang dapat meningkatkan kelembaban tanah sehingga produksinya mencapai 791 kg atau 3.95 ton/ha.

Dengan hasil panen yang meningkat selama 2 musim tanam berturut-turut, maka mendorong saya untuk merehap lagi 2.825 lubang dengan ukuran 40x40x40 dan perbanyak lagi lubang permanent dengan penambahan pupuk organik minimal 7 kg/lubang.

“Saya juga mendorong semua anggota kelompok Harapan Baru untuk mengadopsi praktek pertanian konservasi di kebun mereka masing-masing dan bisa menanam 2 kali dalam setahun sesuai pengalaman saya selama tahun 2014/2015 ini.“

Pengalaman pertama bisa panen Jagung dua kali di saat kemarau panjang (El Nino) di lahan yang dikonservasi

“Ternyata dengan teknologi olah lubang permanent, jagung bisa dipanen pada bulan Juli, padahal saat itu hujan sudah tidak ada lagi. Kami juga sangat senang karena tahun ini merupakan pengalaman pertama bagi kami di desa Lapeom bisa panen jagung 2 kali dalam setahun”.

Sebelum berkenalan dengan PK, Pak Tadeus dan para anggota kelompok taninya kami biasanya tanam jagung dengan sistim pengolahan tanah secara tradisional seperti balik tanah ataupun tebas bakar. Penanamannya juga tidak beraturan.

“Namun setelah YMTM dan FAO memperkenalkan prinsipprinsip pertanian konservasi pada tahun 2014, maka awalnya saya menerapkan olah lubang permanent sebanyak 970 unit dengan ukuran 30x30x30 cm pada lahan seluas 5 are. Hasil produksinya sangat menggembirakan karena dengan luasan hanya 5 are hasilnya 223 kg atau mencapai 4,46 ton/ha”.

Nama : Tadeus Tas’au
Desa : Lapeom
Provinsi : East Nusa Tenggara