Cerita Sukses Petani

2019-02-02 01:24:05
Pertanian Konservasi Pilihan Terbaik

Pertanian Konservasi Pilihan Terbaik

  “Kita harus mengadopsi teknologi ini. Cara bertani jagung mana yang lebih baik lagi dari ini?” kata Mama Mikaela, demikian ia disapa oleh rekan-rekan petaninya, seorang pemimpin dan petani inspiratif yang terlibat dalam program ...

2019-02-02 01:18:59
Gulma Nyaris Tiada, Kerja Berkurang

Gulma Nyaris Tiada, Kerja Berkurang

Mama Rambu Ngguna (63 tahun) adalah anggota Kelompok Tani Beringin Jaya Desa Pulu Panjang, Kecamatan Nggoa, Sumba Timur. Kendati sudah lanjut usia, Rambu Ngguna masih bertani di lahan sekitar rumah dengan cara yang diwariskan turun temurun sebelum be...

2019-02-02 01:14:50
Belajar dari Kegagalan

Belajar dari Kegagalan

  Mama Yuliana Kaka Ladi (Perempuan, 43 tahun) bersama suami dan dua orang anak yang masih bersekolah bertempat tinggal di Desa Pogotena, Kecamatan Loura, Sumba Barat Daya. Mereka hanya menggantungkan kehidupan dari sebidang tanah kebun (1 Ha...

2019-02-02 01:07:03
PK Memperbaiki Tanah Berbatu Sandaran Hidup Kami

PK Memperbaiki Tanah Berbatu Sandaran Hidup Kami

Mama Thresia Loda (55 tahun) adalah seorang janda dengan 9 orang anak dimana 6 orang diantaranya masih bersekolah. Untuk menopang ekonomi keluarga, Mama Theresia mengandalkan penghasilan dari bertani dan berjualan. “Saya mulai menerapkan per...

2019-02-02 01:02:43
Selamat Tinggal Bajak Tanah

Selamat Tinggal Bajak Tanah

Mata Piyau, Kecamatan Wewewa Timur Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Bapak Lucas dan kelompoknya bergabung dalam program Pertanian Konservasi (PK) sejak Maret 2014 dan memulai implementasinya pada musim tanam utama bulan Novem...